
Cover photo by Yukihiro
Keajaiban dari foto polaroid (チェキ) yang 'terlihat seketika' menyembunyikan mekanisme kimia yang kompleks. Setelah pemotretan, film segera terpapar dan langsung terlihat, proses ini mungkin terasa seperti sihir, namun sebenarnya adalah hasil dari reaksi kimia yang terencana dengan baik.
Kali ini, kami akan memperkenalkan bagaimana mekanisme ini bekerja dan bagaimana momen pemotretan direproduksi menjadi gambar yang indah.

Photo by 黒路
Reaksi Kimia Dimulai dengan Paparan Seketika
Film polaroid memiliki lapisan peka cahaya yang bereaksi terhadap tiga warna: biru, hijau, dan merah, dengan masing-masing lapisan mengandung pewarna warna yang berbeda. Ketika rana dibuka, film terpapar dan pola cahaya warna dicatat, dan partikel perak di bagian yang terpapar berubah menjadi perak metalik.

Photo by RYUURI
Pada tahap ini, gambar yang terlihat belum muncul, tetapi persiapan untuk reaksi kimia berikutnya sudah siap.
Rahasia Reaksi Kimia yang Dimulai oleh Roller
Setelah pemotretan, film melewati roller di dalam kamera, di mana zat kimia yang disebut 'reagen' tersebar merata di permukaan film. Reagen ini mengandung oksidator, alkali, dan pigmen putih, yang memicu reaksi di setiap lapisan, menyebabkan pewarna berpindah ke lapisan gambar.

Photo by nekon
Bagian yang terkena cahaya tidak bereaksi dengan pewarna, sehingga bagian tersebut muncul di lapisan eksposur, membentuk gambar akhir.
Waktu Tunggu Hingga Warna Muncul
Seiring reaksi reagen berlangsung, warna secara bertahap muncul di permukaan. Dalam proses ini, komponen yang menghalangi cahaya menjadi transparan, dan gambar menjadi terlihat. Selama waktu ini, disarankan untuk menunggu dengan tenang hingga stabil, karena menggoyangkan film atau memaparkannya pada cahaya kuat dapat menurunkan kualitas gambar.
Dengan prinsip ini, foto polaroid dikembangkan. Ingatlah sedikit tentang ini saat Anda mengambil foto polaroid.